LANGKAH LANGKAH MENJADI SALES "HANDAL"


 

Sales Magic (menjual apapun,dimanapun,kapan pun,kepada siapapun dan dengan harga berapa pun)



  1. Penampilan : mengapa saya katakan penampilan itu penting?? karena ketika kita bertemu seseorang itu yang di lihat bukan dari mana kita,apa jabatan kita,apa prestasi kita, melainkan penampilan. saya ambil contoh semisalkan adan dua orang pengemis pengemis yang pertama berpenampilan kumuh,kusut,dekil, baju compang-camping dan terlihat mengenaskan kalo pun ia meminta kepada orang palingan kalo ada yang ngasih pun cuma uang receh,betul?,. di keadaan yang sama tapi orang yang berbeda pengemis kedua berpenampilan rapih menggunakan kemeja,rambut klimis,membawa tas dan ketika ia meminta kepada orang "pak/bu tolong bantu saya tadi di bis saya kecopetan dan semua kartu tabungan saya hilang bersama dompet saya",, and than apa yang terjadi?? orang pun akan bersimpatik dan memberikan bantuan yang besar karena percaya dengan penampilan nya, betul??
  2. Bau badan : setelah penampilan biasa nya orang akan mencium bau tubuh seseorang jika orang tersebut tercium bau yang mengganggu menurut nya maka ia akan malas dan lebih memilih pergi meninggalkan kita, jadi biasakan pake parfum sebelum action.
  3. Sikap : setelah orang yang kita temui itu welcome dan mulai terbuka kesempatan kita untuk bertanya-tanya nama,tempat ia bekerja,asal,umur (kalo perlu),. kita harus menjaga sikap jangan sampai kita memperlihatkan kepada orang tersebut sikap jelek kita seperti : menaikkan kaki di atas kursi, ngupil, garuk2 kepala,cengar cengir sendiri apalagi sampai tertawa, kalo ini terjadi orang tersebut akan memprotek diri nya dan akan sulit kita untuk melanjutkan misi kita.
  4. Jabatan/reputasi : dalam hal ini bukan berarti kita harus berjabatan tinggi/bereputasi baik dulu baru bisa menjual,tapi lebih kepada reputasi sederhana seperti kartu nama,edifikasi. untuk kartu nama kita sendiri jangan sampai kita menulis jabatan yang merendahkan kita sendiri contoh : junior salles officer (sudah salles officer tambah junior lagi). tulis salles manager, kalo ada yang bertanya "kamu punya anak buah berapa" tinggal jawab "satu saya sendiri,,hehe" cukup masuk akal untuk di jalani, kemudian edifikasi atau memberikan reputasi kepada senior kita seperti manager marketing kita atau general manager kita katakan kepada orang yang kita temui jika dia tidak percaya kita akan kenalkan kepada manager kita dengan sedikit membanggakan reputasi nya di depan orang tersebut, dengan begitu ia akan percaya dan siap untuk membeli barang kita.
  5. Mengenal hukum parretto : sebagai sales apapun kita harus mengenal rumusan hukum ini agar kita tidak mudah down dan putus asa di tengah jalan, hukum ini memiliki rumus (10 : 1) dalam artian 10 kali kita menawarkan kepada orang mungkin hanya 1 yang akan beli, kalo anda seorang sales mobil mungkin 20 : 1 dan kalau makelar rumah 30 : 1 yah inti nya harus bersabar aja sebelum mencapai angka nya jangan berhenti menawarkan.
  6. Memberikan sugest kenikmatan & ketakutan : berikan suggest kenikmatan yang akan di dapatkan jika membeli produk yang kita tawarkan , contoh : kita menjual obat "kalo bapak/ibu beli produk ini bapak/ibu akan terjaga kesehatan nya dan ga gampang sakit". kalo ketakutan nya "wah sangat di sayangkan jika bapak/ibu tidak jadi membeli produk ini karena mungkin saya ga akan kesini lagi dan kalo suatu saat bapak/ibu butuh produk ini maka akan susah mencari nya", karena orang akan tergerak jika menyinggung akan ketakutan nya di bandingkan kenikmatan, mau contoh : oke saya mau tanya anda pilih mana dapat uang 100 juta atau kehilangan 100 juta?misalkan ada orang yang uang nya tenggelam di laut dan orang tersebut bilang "ambil tuh duit kalo dapat 100 juta nyabuat kamu" apa yang akan anda jawab?? hanya orang bodoh yang mau ngambil, tapi kalo misalkan uang anda tenggelam 100 juta apa yang akan anda lakukan? (nyebur dan selamatkan uang tersebut), mengapa bisa seperti itu?karena itu sudah bawaan dari sifat manusia yang takut kehilangan sesuatu yang berharga.
  7. Yang terakhir adalah clossing : setelah kita berbicara panjang lebar tentang produk yang akan kita jual kita harus menanyakan kembali kepada orang tersebut "bapak/ibu jadi beli?" jangan katakan mau beli atau tidak karena kata-kata tersebut akan memberikan kesempatan untuk ia menolak, dan berikan garansi yang meyakinkan kepada calon pembeli kita supaya ia dapat percaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar